Kenapa Gue Pilih Daycare

Bunda pergi kerja dulu ya nak..

Sebagai ibu bekerja – biarpun gue kerjanya cuma setengah hari tiap harinya – mau gak mau gue butuh orang yang bisa dipercaya untuk ngasuh Hanna. Ada beberapa pilihan mulai dari si mbak yang nginep, pembantu pulang hari, baby sitter, eyang-eyangnya Hanna, hingga daycare yang sekarang banyak bermunculan. Setelah nimbang-nimbang dan coba-coba beberapa alternatif, akhirnya gue pilih nitipin Hanna di daycare. Ini beberapa alasan gue kenapa pilih daycare:

1. Kompetensi para pengasuh di daycare

Gue lebih yakin kalo nanny-nanny yang ada di daycare punya kemampuan dan keterampilan mengasuh dan momong bayi. Gue gak perlu ngajarin cara gendong bayi pake jarik, cara nyuapin bayi makan hingga habis, nyontohin gimana mandiin bayi ato makein popok, hingga nyanyi-nyanyi untuk menghibur Hanna. Kenapa ini jadi pertimbangan gue? Karena pengalaman gue menunjukkan bahwa gak semua orang punya kemauan dan kemampuan untuk ngasuh bayi. Ada yang mampu ngasuh bayi tapi orangnya gak sabaran, ada yang karakternya sabar tapi belom pernah megang bayi, ada yang seneng sama bayi tapi kalo pas bayinya lagi anteng doang. Padahal Hanna tipe bayi aktif yang tidak selalu anteng, dia kadang rewel dan pengennya selalu berinteraksi dengan orang lain.

 

2. Lebih aman

Di daycare gue ngerasa aman tenteram ninggalin Hanna, karena biasanya ada kurang lebih 5 nanny yang selalu jaga plus miss-miss/teacher lain yang bertugas mengelola dan mengontrol daycare, sehingga bisa saling menjaga dan memperhatikan bila ada nanny yang tingkah lakunya kurang baik pada anak kita. Sementara kalo ninggalin Hanna hanya berduaan seharian dengan pembantu saja, gue merasa selalu khawatir dan was-was takut Hanna “diapa-apain” oleh pengasuhnya. Karena ga ada orang yang bisa dititipin untuk mengontrol tingkah laku si pembantu selama gue ga ada di rumah. Gue nggak bisa tahu apakah si pembantu ini mengasuh Hanna sebaik saat gue ada di rumah, ato dia ngeluarin “sifat aslinya” ketika ga ada seorangpun yang mengawasi dia.

3. Bisa memberikan stimulus sesuai perkembangan usia

Ini juga salah satu faktor penting dibalik alasan gue memilih daycare daripada mbak ato baby sitter. Sepanjang pengamatan gue, gaya pengasuhan si mbak cuma fokus pada bagaimana caranya supaya anak ga nangis. Metodenya cuma menggendong, ngasih makan, dan ngajak jalan-jalan. Padahal, gue pengen Hanna mendapatkan berbagai stimulus untuk merangsang perkembangannya, mulai dari stimulus motorik kasar seperti merangsang Hanna supaya mau merambat, stimulus motorik halus, sosial, emosi, kognitif, dll. Pengamatan gue, anak yang kurang mendapatkan stimulus terlihat perkembangannya agak telat dibanding anak seusianya. Dan, in my opinion, si mbak keliatannya tidak mau bersusah payah memberikan stimulus kepada Hanna, karena memberikan stimulus kepada bayi itu butuh kesabaran, ketelatenan, dan pengetahuan tentang stimulus apa yang dapat diberikan, serta kemampuan membaca respon bayi terhadap stimulus itu (doooh seriusnya).

Meskipun tidak optimal, para pengasuh di daycare gue yakini kan memberikan stimulus untuk merangsang perkembangan Hanna. Sepanjang pengamatan gue, kayaknya daycare memberikan stimulus secara konsisten meski lebih berat pada aspek kognitif, motorik halus, dan aspek sosial. Ya lumayan lah…daripada nggak sama sekali.

4. Males Gonta-Ganti Pembantu

Emin adalah pembantu kelima yang gue berhentikan sebagai pengasuh Hanna dalam perjalanan gue mencari pengasuh yang tepat dan bisa diandelin. Umurnya 16 tahun, belum pernah bekerja, asal Rangkasbitung, dan masih luguuu banget. Sebenernya sih, gue cukup suka dengan si Emin ini. Orangnya penurut, sopan, dan kerjanya cukup rapi dan bersih. Tapi ya itu, dia sama sekali nggak bisa momong anak,  paling bisa bantu jagain hanna 15 menitan doang, selesai 15 menit  Hanna langsung minta nempel lagi sama gue. Selain ga bisa momong anak, dia juga sama sekali ga bisa masak. Keliatannya seumur-umur dia ga pernah terjun ke dapur bantuin emaknya nyiapin makanan. Bayangin, dia ga bisa ngiris bawang, ngiris cabe, bikin telor dadar, apalagi disuruh masak sayur asem! (kerjaan dapur yang amat-sangat basic). Ya sudah, daripada nambah kerjaan gue yang udah segunung dengan musti ngajarin pembantu ngerjain tugas yang paling basic, akhirnya si Emin gue bebas-tugaskan. Capee dehh.

Pembantu keempat yang pernah gue pake sebelum si Emin namanya Walisah. Janda dengan satu anak berumur 27 tahun ini tampil meyakinkan ketika gue wawancara di yayasan. Dengan penuh percaya diri dia menyatakan sanggup dan mampu momong bayi 9 bulan yang lagi aktif-aktifnya mengeksplorasi dunia. Namun justru dia pembantu yang paling berbahaya yang pernah gue temuin. Kenapa gue bilang dia berbahaya? Karena ternyata dia orangnya nekatan, berani, dan gak punya rasa respek terhadap gue sebagai majikan. Ketauan ngebohongin gue beberapa kali, berani nyekokin Hanna supaya dia mau makan padahal ada gue dan suami di rumah. Dia juga selalu menjelek-jelekkan perintah gue dan membanggakan pekerjaannya sebagai TKI di Arab Saudi. Kalo nih pembantu lebih seneng kerja di Arab, ngapain pake cari kerja di rumah gue segala. Sana aja lo pergi ke Arab ga usah pulang sampe puasss!!! (Geram banget rasanya)

Tiga pembantu sebelumnya juga tidak bertahan lama karena nggak ada yang cocok dengan Hanna. Biasanya Hanna nangis bombay kalo digendong dan diajak main sama mereka, dan ujung-ujungnya gue yang seharian berpeluh keringat ngasuh anak.

5. Kesepakatan Pola Pengasuhan Untuk Anak

Enaknya nitipin anak di daycare yaitu kita bisa minta pola pengasuhan anak yang sama dengan apa yang biasa kita lakukan di rumah. Gue minta ke pengelola daycare untuk tidak memberikan gula garam pada makanan Hanna, dan makan harus di kursi tidak boleh digendong. Untunglah, pengelola daycare gak keberatan terhadap permintaan gue dan meneruskan kebiasaan makan yang sudah gue tanamkan di rumah sehingga Hanna tetap terbiasa makan dengan duduk di kursi makan. Selain request tentang kebiasaan makan, gue belum pernah coba bikin permintaan lain, karena selama ini gue ngerasa fine-fine aja terhadap pola pengasuhan di daycare.

Selain bersedia menerapkan pola asuh yang kita inginkan, daycare juga cocok untuk tipe emak-emak yang “control-freak” kayak gue karena mereka akan berusaha sebisa mungkin mengakomodasi permintaan dan tuntutan kita. Pengelola daycare juga intens berkomunikasi dengan orang tua melaporkan kegiatan sehari-harinya Hanna dan perkembangannya, bahkan mereka bersikap cepat tanggap kalo ada tanda-tanda Hanna lagi sakit.

Namun yang paling penting dari segalanya buat gue adalah trust your mother’s instinct. Because only you who can decide which one the best suitable for you, your child, and your family.

5 pemikiran pada “Kenapa Gue Pilih Daycare

    1. Mbak, anakku skrg sdh tdk dititip di daycare lagi. Sudah 6 bulan lebih. Kalau ingin lebih berhati- hati sila baca posting saya yg berjudul “tips memilih daycare yg baik”.
      Salam🙂

  1. Daycare / Penitipan anak merupakan pilihan alternative yang tepat bagi orang tua yang bekerja.
    1. Biaya jauh lebih ekonomis dibanding biaya pengasuh pribadi
    2. Mengurangi kesibukan gonta ganti pengasuh dan belum tentu orang yang tepat untuk dipercayai mengasuh anak kita. (ingat,pengasuh bisa berganti, anak anda tidak ada gantinya loh)
    3. Pengasuh belum tentu memahami cara mendidik anak (atau bisa juga bukan bagian dari job deskripsinya)
    4. Menitipkan anak kepada kakek dan nenek belum tentu selamanya baik bagi perkembangan kemandirian anak.
    5. Di dalam daycare anak bisa belajar bersosialisasi, berbagi, mandiri, serta berkomunikasi
    6. Untuk anak yang concern pada perkembangan & kedekatan anak, setelah waktu daycare , orang tua punya waktu cukup untuk komunikasi dan mengurus anak-anak meski hanya urusan makan malam dan tidur. Ketimbang sepanjang hari diurus pengasuh atau orang lain.
    7. Ada kegiatan yang terarah dari anak dari waktu ke waktu setiap hari.
    Sekarang waktunya memilih DAYCARE yang tepat, datanglah ke ANAK PANAH DAYCARE, Komp.Panorama Serpong Blok D8/1 , Jl. Raya Puspiptek Serpong Tangerang Selatan – http://www.anakpanah.sch.id Telp : 021-29308364 / 08129551279

  2. PROMO RAMADHAN DAYCARE

    DISKON PENITIPAN ANAK (usia 2 – 6 tahun)
    Rp. 600.000,- / Bln (harga normal Rp.850.000,-)
    Termasuk : Makan 2 X, Snack /Buah , Aktifitas
    DAFTAR SEKARANG ! Kuota terbatas
    Hubungi : 021-2930 8364 – Grace
    Senin – Jumat 06.30 – 18.00 WIB
    Panorama Serpong blok D8.1 / Tangerang Selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s