3 TipsTerapi ISK Berulang

Udah agak lama saya ingin menulis update tentang isk berulang ini, tapi baru sempet nulis sekarang. Ceritanya minggu lalu, saya membawa Hanna kontrol ke dr. Partini di RS Bunda. Saya merasa sedikit deg-degan dan pesimis karena hasil urin kultur terbaru -setelah terapi Cefabiotik dan rutin meminum antiobitik profilaksis- tetap menunjukkan adanya infeksi saluran kemih pada Hanna. Berdasarkan penjelasan dr. Partini pada pertemuan sebelumnya, bila masih ada bakteri di dalam urin maka Hanna disarankan untuk MCU (Micturating cysto-urethrogram) untuk mendiagnosis apakah ada reflux atau tidak. Kata dr. Partini, reflux itu suatu kondisi dimana urin kembali ke atas (baca:ginjal) karena anatomi saluran kemih yang tidak sempurna, akibatnya bakteri dalam urin terbawa ke saluran kemih.

Saya sendiri sudah siap kalau ternyata Hanna diwajibkan menjalani MCU ini. Bahkan saya sudah sempat menelepon beberapa RS yang letaknya ga jauh dari rumah untuk mencari informasi prosedur pelaksanaan MCU ini. Tujuannya, supaya saya ga kaget dan well-informed tentang tata cara pelaksanaan rontgen utk bayi.

Sesampainya di RS Bunda, ternyata sudah banyak pasien yang menunggu. Sambil nunggu giliran dipanggil, Hanna mendapatkan makan sorenya. Untungnya makannya lahap.😀. Ga terlalu lama menunggu, tiba giliran Hanna dipanggil suster. Pas ketemu dr. Partini, kita berbincang sejenak tentang hasil lab urin kultur Hanna, mengenai prosedur pengambilan sample urin – higienis atau tidak, jarak waktu pengambilan sampel dengan penyerahan di lab. Tujuannya, untuk mastiin bahwa hasil lab ini valid untuk dijadiin dasar diagnosis.

Alhamdulillah banget, walaupun hasil lab masih positif tapi dr. Partini tidak men-judge suatu penyakit hanya dari satu sisi saja (baca: hasil lab saja), beliau mengevaluasi ISK secara keseluruhan klinis pasien. Kira-kira gini nih ucapannya dr. Partini:

Bu, kita ga ngobatin hasil lab ya..Biarpun hasilnya msh positif, tapi klinis anaknya menunjukkan perbaikan pesat. BB-nya naik 250 gram slm 2 minggu. Tandanya, daya tahan tubuh si anak makin kuat. Kita fokus pada solusi aja ya bu. Jadi saya ga kasih antibiotik lagi, cukup lanjutin AB profilaksis – Bactrimnya saja. Tiga bulan lagi baru balik.

Legaaaa rasanya. Tadinya udah kebayang harus langsung menjalani MCU dan terapi antibiotik yang lebih keras dari sebelumnya.  Saya juga makin  seneng karena dokternya tidak jadi menyarankan MCU. Katanya ga perlu tuh..paling nanti hasilnya reflux grade 1/2. Padahal obatnya kan sama, antibiotik lagi, si Bactrim lagi. Kan udah diresepin..:)

Akhirnya, hari Sabtu itu kita bertiga pulang dari RS Bunda dengan perasaan lega. Ternyata, penanganan ISK berulang itu ga serumit dan sesusah yang dibayangin sebelumnya. Ga perlu rontgen, apalagi MRI. Ga perlu opname untuk masukkin antibiotik.

Oya, ada sedikit tips tentang penanganan ISK dari dr. Partini:

  1. Banyak minum, tujuanya supaya aliran kencing lancar dan tidak tertahan di saluran kemih.
  2. Untuk bayi di atas 1 tahun, boleh diminumkan jus cranberry karena terbukti mampu mencegah ISK pada orang dewasa. Konsumsi buah cranberry akan menimbulkan suasana yang tidak kondusif di saluran kemih sehingga bakteri e.coli sulit berkembang di sana.
  3. Bagi yang mengkonsumsi antibiotik profilaksis dibolehkan mengkonsumsi Lacto B. Karena konsumsi antibiotik jangka panjang dapat membunuh bakteri baik yang ada di saluran cerna. Nah, Lacto B ini mengandung pre-biotik yang dapat mengganti bakteri baik yang mati itu.

Bagaimana pengalaman Anda? Silakan berbagi tips penanganan ISK yang Anda lakukan disini. Salam.

Satu pemikiran pada “3 TipsTerapi ISK Berulang

  1. Salam kenal mama hanna
    Aku mama Joel berdomisili di kendari
    Anakku 6 bulan saat ini, waktu umur 5 bulan pipisnya Ada bercak Oren ,waktu itu langsung aku bawa ke Jakarta ,Dan di Jakarta aku Anakku divonis phimfosis harus segera sunat. Setelah sunat aku Cek bagus.namun Setelah Balik ke kendari Ada bercak Oren lagi .aku periksa urin ternyata Ada infeksi sama dsa disini dikasih cefixime 1 ml
    Setelah habis antibiotic aku Cek urin lagi hasil bagus. Namun sampai hari ini masih Ada bercak Oren.anakku malas sekali minum susunya beratnya sekarang 7.9 dan dia suka keluar keringat padahal ruangan ber ac.Apa lebih baik aku periksa lebih lanjut yah, ke dokter mana yah. Karena menurutku yang kemarin aku pergi dsa Nya kurang bisa diajak diskusi. Mohon sarannya yah mama Hanna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s